Analisa Finansial di Bisnis Online
Tertarik untuk nulis tentang analisa finansial di bisnis online setelah ada blogger yang melontarkan pertanyaan tentang analisa finansial di bisnis online. Seperti yang sudah saya sebutkan di posting saya sebelumnya disini, bisnis online itu sama dengan bisnis offline. Bisnis online bukanlah cara cepat mendapatkan uang seperti yang banyak diiklankan di PPC lokal, bisnis online juga perlu modal, kerja keras, dan pengembangan diri. Kembali ke analisa finansial, seperti analisa finansial pada umumnya, untuk mendapatkan analisa finansial di bisnis online ada beberapa hal yang harus anda siapkan.
1. Identifikasi dan pengumpulan data-data untuk kebutuhan analisa finansial
Pertama yang anda perlukan adalah data-data pendukung untuk dapat melakukan analisa finansial. Data-data yang anda butuhkan itu sebenarnya sangat mudah didapat, karena anda pasti sudah mempersiapkannya. Data-data yang saya maksud disini antara lain: peralatan dan perlengkapan apa saja yang anda butuhkan untuk memulai bisnis online, apakah itu PC, jaringan internet, printer, dll. Kemudian anda harus menentukan berapa lama usia peralatan dan perlengkapan itu akan berakhir (dalam istilah akuntansi atau keuangan lazim disebut masa depresiasi). Data-data tentang biaya dan jalur pendapatan dari bisnis online anda juga sangat diperlukan, yang nantinya akan digunakan sebagai dasar anda melakukan proyeksi biaya dan pendapatan. Asumsi-asumsi pertumbuhan biaya dan pendapatan per tahunnya nanti juga akan anda perlukan dalam hal ini.
2. Alat untuk melakukan perhitungan dalam analisa finansial
Untuk melakukan analisa finansial tentunya anda memerlukan alat bantu, beruntunglah karena kita tidak perlu menggunakan buku-buku atau jurnal-jurnal yang saya sendiri juga tidak pernah menggunakannya (terakhir sih SMP). Biasanya saya menggunakan program spreadsheet, Microsoft Excel.
3. Proyeksi pendapatan dan biaya
Anda sudah mempunyai data tentang biaya dan pendapatan beserta asumsi pertumbuhannya setiap tahun, maka yang perlu anda lakukan adalah melakukan proyeksi ke depan sesuai dengan masa proyeksi yang anda pilih (anggaplah 5 tahun, karena masa depresiasi untuk peralatan dan perlengkapan tadi biasanya kurang dari itu). Kemudian setelah itu anda bisa masukkan ke dalam proyeksi Laba Rugi, Aliran Kas, dan Neraca.
4. Metode analisa finansial
Setelah anda mendapatkan angka-angka di proyeksi tadi maka anda bisa melakukan analisa finansial dengan beberapa metode yang lazim digunakan, antara lain: IRR, NPV, Payback Period, dan lainnya.
5. Analisa
Dari indikator-indikator kinerja tadi anda dapat melakukan analisa terhadap rancangan bisnis online anda, apakah rancangan anda sudah sesuai dengan yang anda harapkan atau belum. Jika belum, mungkin anda bisa melakukan beberapa penyesuaian terhadap rancangan bisnis anda.
Itu adalah 5 langkah yang diperlukan untuk melakukan analisa finansial terhadap bisnis online, memang saya menurunkannya dari analisa finansial yang pernah saya lakukan di bisnis online. Memang tidak ada jaminan bahwa jika analisa finansial yang anda lakukan di awal ini baik akan otomatis hasil yang akan anda terima juga akan sama baiknya, tapi tujuan dari analisa finansial ini adalah untuk memprakirakan apa yang akan terjadi berdasarkan asumsi-asumsi finansial dan akan membantu anda menyiapkan rancangan bisnis anda. Jika ada tambahan silahkan, komentar di blog ini selalu terbuka untuk umum.
Gambar diambil dari: http://confluence.engin.umich.edu










betul, bisnis online sama dengan bisnis offline. Kita harus melakukan analisa financial agar tidak lebih besar pasak daripada tiang.
setuju pak, karena untuk memperoleh revenue pasti akan keluar expenses tinggal hitung aja labanya apakah sesuai dengan ekspektasi kita atau nggak? kalau sesuai bisa diteruskan bisnisnya, betul pak?
Betul pak.