search
top

Kreatif atau produktif?

Apple Corp. dibawah pimpinan CEO Steve Jobs adalah salah satu perusahaan paling inovatif, dalam beberapa tahun terakhir Apple meluncurkan produk-produk yang membuat orang tercengang. Mulai dari iPod, iPod, iPhone, sampai MacBook Air laptop tipis yang bisa muat di amplop coklat yang biasanya digunakan untuk mengirimkan dokumen penting. Sejak kembali di puncak perusahaan, Steve Jobs berhasil membawa Apple kembali menjadi perusahaan favorit. Ada banyak hal mendasar yang coba ditanamkan oleh Steve Jobs pada Apple baru ini.
Dengan orang-orang paling kreatif yang dimilikinya tidak heran Steve Jobs mengubah image bahwa Apple bukanlah perusahaan komputer tapi Apple adalah perusahaan desain, dan nampaknya apa yang diusahakannya mulai memunculkan hasil. Orang tidak lagi disuguhi desain laptop yang begitu-begitu saja, dengan konsep yang benar-benar berbeda, Apple berhasil mendapatkan hati para penggemar barunya dengan tetap memeluk erat pencinta lawasnya. Rasanya kita tidak perlu heran jika hal-hal inovatif dan terkadang membuat kita terkagum-kagum dengan gebrakan-gebrakan dilakukan oleh Apple jika kita tahu bagaimana Apple mengartikan kreatif.
Joni Ive, Senior Vice President of Industrial Design Apple, seringkali mengerjakan 8 proyek secara sekaligus. Untuk itu Joni memiliki 8 ruangan berbeda untuk masing-masing proyek, dimana pada tiap ruangan dilengkapi dengan kulkas, kompor, dan peralatan dapur lainnya (mungkin dapur saya kalah lengkap dibandingkan dengannya). Setiap hari Joni berkeliling ke setiap ruangan untuk berdiskusi sambil melakukan hal yang menjadi hobinya, memasak. Ya, bahkan para anggota tim tidak jarang memasak bergantian.
Hal tersebut memberikan gambaran bagaimana kreatif diartikan oleh Steve Jobs pada Apple, dengan diberikan kebebasan untuk melakukan hal yang disenangi tanpa ada batasan-batasan kaku seringkali kita menemukan ide-ide baru yang sebenarnya sederhana namun jarang dipikirkan orang karena batasan-batasan kaku tersebut seperti telah mendarah daging. Banyak perusahaan terlalu berfokus pada produktivitas tanpa mengindahkan kreatifitas, para karyawan dituntut untuk tunduk dan patuh pada peraturan perusahaan yang dianggap mampu menaikkan produktivitas. Memang pada suatu kondisi aturan-aturan tersebut akan dapat membawa perusahaan mencapai produktivitas tinggi. Namun selalu ada titik-titik dimana aturan tidak akan mampu membawa perusahaan melakukan lompatan.

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

Leave a Reply

top