Tahu vs Bisa
Memulai sebuah blog memang tidak segampang yang dibayangkan tapi juga tidak sesulit yang dibayangkan juga.. Barusan baca problogger, ada artikel menarik tentang bagaimana olahraga membantu untuk membangun blog menjadi lebih baik (ada hubungannya juga ya,, jadi rajin-rajinlah olahraga..) Nggak saya nggak akan berpanjang lebar bercerita tentang posting di problogger. Salah satu poin disana, untuk dapat membangun blog dengan baik anda harus punya pelatih/mentor yang baik pula. Nah, pelatih atau mentor atau guru yang baik menurut saya adalah guru yang benar-benar mengerti yang diajarkan, tidak sekedar bicara teori.
Seperti yang anda baca di halaman About yang isinya cuman dua kalimat itu,bukan apa-apa, cuman saya merasa tidak pantas berbagi (baca : mengajarkan) tentang apa yang belum pernah saya lakukan, atau saya hanya mendengar, pernah membaca saja, tapi belum pernah praktek langsung.
Mungkin anda pernah dengar ada seorang sarjana yang merasa pintar dan selalu membangga-banggakan kepandaiannya pada semua orang yang ditemuinya. Nah pada suatu saat si sarjana ini bermaksud untuk menyeberang sungai, untuk itu dia harus menumpang perahu, dan kebetulan di dekat situ ada tukang perahu yang biasa menyeberangkan orang (nggak orang aja sih, kambing juga bisa..). Dan seperti biasa sepanjang perjalanan menyeberangi sungai itu si sarjana tadi menyombongkan kepandaiannya, bahwa betapa dia menguasai banyak ilmu. Di tengah perjalanan si tukang perahu bertanya pada si sarjana tadi “Anda bisa berenang?”. “Tentu saja, saya tahu banyak tentang berenang, banyak macam gaya yang ada pada renang, gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya lumba-lumba, gaya kucing, gaya-gayaan..
pokoknya semua gaya saya tahu, tapi,, kenapa tanya seperti itu?”. Tukang perahu menjawab “Perahu ini bocor dan sebentar lagi akan tenggelam, jadi kita harus berenang ke tepi sungai”. Anda mungkin sudah bisa menebak kelanjutan ceritanya, ternyata setelah melompat dari perahu, si sarjana tadi tidak bisa berenang, megap-megap minta tolong, untung si tukang perahunya baik hati, jadi terselamatkanlah si sarjana.
Orang yang tahu belum tentu dia bisa, semua orang bisa mengklaim bahwa dia tahu, tapi tidak semua orang bisa.
Gambar diambil dari : www.highrely.com









